Diterbitkan Jul 26 2021

Sudahkah Dia Jujur Padamu Hari Ini?

5 minute read

“Aku suka sih sama dia, tapi dia bisa dipercaya nggak ya?”

Pernah nggak, ada satu fase di hidup kamu waktu kamu merasa susah percaya sama orang lain? Mungkin kamu takut disakiti dan dikhianati (lagi), mungkin kamu nggak mau kecewa terhadap ekspektasimu sendiri, atau mungkin kamu udah punya asumsi negatif terhadap orang lain, padahal kamu belum tahu sifat mereka yang asli. Mungkin, kamu pikir orang-orang di luar sana sifatnya seperti Loki, Sang Dewa Kenakalan yang penuh tipu muslihat, yang susah mati meski dilawan Avengers berkali-kali. Hmm, bisa jadi kamu punya trust issue atau masalah kepercayaan, dan kamu harus hati-hati!

Jadi, trust issue ini apa sih?

Trust issue itu sendiri secara harfiah berarti “masalah kepercayaan”. Orang yang punya trust issue biasanya cenderung punya pikiran negatif soal orang lain, alias gampang curiga. Oleh karena adanya pengalaman traumatis, orang-orang dengan trust issue ini bisa dibilang lebih memilih untuk jadi “defensif” dan membentengi diri supaya nggak disakiti orang lain.

Kok bisa sih seseorang punya trust issue?

Pengalaman-pengalaman dikecewakan orang terdekat, atau kurangnya tempat yang dirasa aman untuk cerita, terus juga perasaan-perasaan yang jarang divalidasi bisa bikin kita punya trust issue. Maksudnya, ketika kita kemudian tahu bahwa kita nggak bisa berharap sama orang tersebut, otomatis kita jadi berpikir: ngapain terbuka sama orang lain, kalo bisa disimpan sendiri? Nah, ini juga jadi salah satu masalah yang harus kita perhatikan.

Trust issue ini juga saling berkaitan sama hubungan yang toxic. Hah, kok bisa?

Ya gitu, hubungan yang toxic bisa bikin seseorang punya trust issue, dan begitu juga sebaliknya, trust issue mungkin juga bikin hubungan kamu jadi toxic. Analoginya hampir mirip sama pertanyaan “duluan ayam atau telur?”, gitu deh intinya.

Misalnya, gara-gara trust issue tadi, kamu jadi melakukan hal-hal yang nggak seharusnya, seperti:

  • Mikirin pasanganmu bakal berkhianat sekalipun kamu nggak punya bukti
  • Kamu malah nggak tau gimana caranya percaya dengan benar, jadinya terlalu cepat percaya sama orang
  • Jadi sering oversharing atau cerita terlalu banyak
  • Hubungannya jadi dangkal, boro-boro mau romantis
  • Susah atau malah nggak mau punya komitmen yang emosional

Terus, seberapa penting rasa percaya dalam menjalani hubungan yang baik dan tidak toxic?

Shirley Glass, seorang pakar hubungan, pernah bilang bahwa hubungan yang intim bergantung pada kejujuran dan keterbukaan. Sebuah hubungan itu dapat dibangun dan dipertahankan melalui rasa percaya atas apa yang pasangan kita beri tahu. Singkatnya, kalau kita bisa percaya sama kata-kata dan tindakan dari pasangan kita, harusnya sih hubungannya bakal baik-baik aja. Itu baru sebenar-benarnya komitmen.

Faktanya, rasa percaya bisa jadi “perekat” dalam hubungan karena hal tersebut memfasilitasi kedekatan emosional yang positif bagi pasangan, yang didasari oleh afeksi, rasa cinta, dan kesetiaan. Aduh, tolong, jadi baper, nih.

Rasa saling percaya dalam hubungan juga diperkuat dengan adanya oksitosin (oxytocin), zat di otak yang mempercepat ikatan antara bayi baru lahir dengan ibunya. Bertukar cinta dan kasih sayang di antara pasangan juga melepaskan oksitosin tadi, yang menurut beberapa ilmuwan “membuat orang yang percaya tidak mudah tertipu”. Maksudnya, orang yang lagi jatuh cinta itu, sekalinya percaya, pasti percaya banget. Ya, namanya juga sayang.

Jadi, gimana caranya meningkatkan rasa percaya dalam hubungan kita?

Ada beberapa prinsip yang harus kamu pelajari, di antaranya:

  • Honesty and integrity → Belajar untuk makin jujur dan transparan sama pasangan kamu. Untuk itu, kamu juga harus mengenal dirimu sendiri, bahkan berdamai sama sisi dari dirimu yang nggak kamu suka.
  • Non-defensiveness → Coba untuk nggak jadi “defensif” sama pasangan kamu. Maksudnya, pahami juga kalau kamu  punya kekurangan dan belajar untuk menerima pendapat dari pasangan kamu supaya kalian juga bisa sama-sama bertumbuh jadi lebih baik.
  • Understanding → Terima dan hargai bahwa akan selalu ada hal yang berbeda antara kamu dan pasanganmu. Daripada ribut, lebih baik coba untuk cari tahu, bicarakan, dan selesaikan masalahnya.
  • Direct communication →  Langsung to the point aja, bilang kamu maunya gimana, dia maunya gimana, cari jalan tengahnya. Udah makin dewasa, nggak usah kebanyakan kode-kodean. Kamu dan pasanganmu juga nggak akan bisa baca pikiran masing-masing. Pokoknya, tetep, yang paling mendasar itu “communication is key”.

Iya sih, namanya hubungan pasti ada naik turunnya. Ada bahagia, ada ribetnya. Luka juga gitu, ada sakitnya, ada sembuhnya. Kadang hal-hal itu bikin kita susah banget banget banget untuk yakin siapa yang sebenernya bisa dipercaya. Mau cerita soal masalah, tapi takut dinyinyirin, takut dibilang drama, takut dibilang bucin, lebay, dan sebagainya.

Tapi tenang, hal itu nggak akan terjadi kalau kamu curhat ke konselor sebayanya Diceritain. Mereka adalah orang-orang berpengalaman yang akan dengerin selalu cerita kamu, dan tentunya bisa jadi tempat cerita kamu yang paling aman, karena rahasiamu nggak akan nyebar ke mana-mana dan jadi gosip antara temen-temen kamu.

Kamu bisa mulai dengan cari aplikasi Diceritain di Google Play Store dan App Store, terus masuk pakai akun Google. Abis itu, tinggal pilih jadwal dan konselor sebaya yang kamu mau. Pokoknya gampang dan nyaman banget!


Selain itu, kalau kamu penasaran sama konten-konten Diceritain yang lain, kamu juga bisa meluncur ke Instagram @diceritain.id yang tentunya nggak kalah keren dan informatif dari artikel ini. Segitu aja dulu ya buat hari ini, semoga kamu betah, dan bisa bahagia. That’s all for today, see you!

*** 

Referensi:

Bundrant, Mike. (November 28, 2016). 10 Signs You Have Trust Issues and How to Begin Healing. PsychCentral. Retrieved from https://psychcentral.com/blog/nlp/2016/11/trust-issues#10-Signs-of-Trust-Issues-in-Relationships 

Caylett, Joyce. Trust Issues: Why Is It So Hard for Some People to Trust?. Psychalive. Retrieved from https://www.psychalive.org/trust-issues/ 

Signs You May Have Trust Issue. (2019, November 27). How to Get Over Them in Relationships, Marriage, and Life. Retrieved from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/trust-issues/ 

Weiler, L. (2017, November 13), Tips to Help You Overcome Trust Issues. Retrieved from https://www.cheatsheet.com/health-fitness/ways-to-overcome-your-trust-issues.html/

Diceritain bukan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri dan bersifat preventif. Jika membutuhkan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri, harap hubungi layanan profesional yang bisa dijangkau segera.

Kontak layanan percobaan bunuh diri: Layanan Sejiwa (hotline) Hubungi 119 tekan 8.